Home » Artikel Unik » Fenomena “Batu Menangis” Faktor Alam & Pareidolia

Fenomena “Batu Menangis” Faktor Alam & Pareidolia

Sunday, October 21st 2012. | Artikel Unik


 

Fenomena “Batu Menangis” Faktor Alam & Pareidolia

Artikel Bahasa Indonesia – Salah satu fenomena alam yang sedang hangatnya diperbincangkan saat ini adalah fenomena “batu menangis”. Ditemukan sebuah batu mirip wajah manusia dan bahkan mengeluarkan air mata. Bagaimana ceritanya? Beberapa waktu lalu, ditemukan sebuah “batu menangis” di daerah kampung Pananjung, Taragong, Garut, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya penemuan fenomena alam batu menangis tersebut dianggap sebagai peninggalan prasejarah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Jawa Barat tersebut pun melakukan penyelidikan. Melalui penelitian tersebut akhirnya didapat kesimpulan bahwa fenomena “batu menangis’ tersebut merupakan faktor alam dan bukan dibuat oleh manusia pada zaman prasejarah. Hal ini dipaparkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan.

Pada beberapa tahun silam yakni tahun 2009 dan 2011 berdasarkan laporan warga mengatakan bahwa mereka menemukan batu tersebut mengeluarkan air sehingga menyebutnya sebagai batu menangis. Para warga menganggap bahwa batu tersebut menyerupai wajah manusia.

Namun hal tersebut dibantah oleh Warjita selaku Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepurbakalaan di Garut. Batu tersebut merupakan muntahan Gunung Gutur pada abad ke-18 dan ke-19. Batu menangis tersebut memiliki diameter 2 meter. Namun Warjita mengatakan bahwa sebenarnya batu tersebut tidaklah begitu mirip dengan wajah manusia. Melainkan anggapan tersebut bisa dikatakan sebagai pareidolia. Kesimpulan tersebut semakin kuat karena tidak ada benda-benda lain yang punya nilai sejarah di sekitar lokasi tersebut.

Pareidolia Terhadap Fenomena Batu Menangis

batu menangis

Sementara itu, pareidolia sendiri merupakan fenomena psikologis yang memungkinkan manusia menilai objek tertentu punya kemiripan dengan apa yang dibayangkan olehnya. Hal ini disebabkan oleh otak manusia yang memiliki kemampuan untuk menyimpan memori tertentu tentang rupa dan bentuk. Sebagai contoh, kita pasti sering melihat awan dengan berbagai bentuk dan kita menganggap bahwa awan tersebut begitu mirip dengan yang kita bayangkan. Tidak hanya itu, manusia memang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi wajah manusia bahkan dari jarak yang cukup jauh. Namun pada beberapa keadaan akhirnya hal ini membuat manusia menafsirkan gambar acak, bayangan dan pola cahaya.

Namun tahukah Anda bahwa manusia juga bisa kehilangan kemampuan ini yakni untuk mengidentifikasi wajah dan sebagainya? Penyakit stroke, tumor serta trauma pada bagian gyrus fusiform ventral mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi wajah. Hal ini disebut juga sebagai Prosopagnosia dimana seseorang mengalami kelainan yang membuatnya sulit untuk mengidentifikasi wajah bahkan wajahnya sendiri! Hal ini diakibatkan oleh kerusakan otak akut. Memang untuk penyembuhan masih bisa dilakukan seperti sebagai contoh adalah terapi identifikasi dengan mengingat wajah tertentu.

Jadi, ada banyak hal seputar diri manusia sendiri sehingga kita bisa menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Salah satunya adalag fenomena batu menangis. Manusia memang makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan luar biasa!

Demikianlah informasi mengenai Fenomena “Batu Menangis” Faktor Alam & Pareidolia. Semoga bermanfaat.

Artikel Bahasa Indonesia lainnya:

Pantai Ngurbloat – Pantai Pasir Putih Terhalus Di Dunia

Makanan Paling Aneh Sedunia

Tumbuhan Langka – Bunga Udumbara

 

TwitterFacebookGoogle+Blogger PostWordPressTumblr