Home » Artikel Pendidikan » Surabaya 10 November 1945 & Misteri Perobek Bendera Belanda

Surabaya 10 November 1945 & Misteri Perobek Bendera Belanda

Sunday, August 4th 2013. | Artikel Pendidikan


Negara Indonesia telah melalui perjalanan sejarah yang sangat panjang. Catatan keberadaan kerajaan pertama di Nusantara sudah tercatat sejak ribuan tahun silam. Kemudian berpindah ke masa penjajahan kolonial Belanda sebelum era kemerdekaan. Beberapa perang yang terjadi setelah paska proklamasi kemerdekaan salah satunya dalah pertempuran di Surabaya, atau yang terkenal dengan nama Gelora 10 November 1945

Latar Belakang Terjadinya Surabaya 10 November 1945

Surabaya 10 November 1945

Peristiwa 10 November 1945 merupakan perang pertama Republik Indonesia semenjak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Beberapa peristiwa yang melatar belakangi atau menjadi pemicu pertempuran di Surabaya 10 November 1945 bermula dari kedatangan Inggris dan Belanda setelah kekalahan Jepang dari Sekutu. Mereka tiba pada pertengahan September di Jakarta dan Oktober di Surabaya.

Tentara Inggris sebagai bagian dari blok Sekutu datang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Tujuan awal mereka adalah melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya.

Namun Inggris ternyata membawa misi terselubung, yakni mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. Ini akhirnya dimanfaatkan oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang ikut berkompromi dengan tentara Inggris.

Jelas ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan NICA. Inggris kemudian membombardir Surabaya dengan 30.000 infanteri, pesawat terbang, tank, dan kapal perang lainnya.

Surabaya kemudian membara dan muncullah pergerakan rakyat yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh nasional dan ulama, Bung Tomo, KH.Hasyim Asyari, KH.Wahab Hasbullah serta kiai lainnya di pesantren-persantren, dusun-dusun, dan pedesaan.

Bung Tomo dalam paragraf akhir pidato populernya saat itu mengatakan:

“Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar..!! Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! MERDEKA!!”

Misteri Perobek Bendera Belanda di Hotel Yamato

Hotel Oranje Yamato Surabaya

Selain pidato Bung Tomo, satu kisah heroik lainnya adalah perobekan Bendera Belanda di Yamato Hoteru / Hotel Yamato atau terkenal dengan nama Oranje Hotel pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit di Jl. Tunjungan no.65, Surabaya.

Sebelumnya, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945 mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru). Pengibaran ini dilakukan di tiang teratas hotel Yamato, tepatnya di sisi sebelah utara.

Keesokan harinya, ribuan pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia dan meminta triwarna tersebut diturunkan. Maka terjadilah perdebatan hebat antara massa dan perwakilan Belanda tersebut hingga akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda.

Saat itulah terdengar yel-yel agar penuruan triwarna dilakukan. kemudian disekitar 8 sampai 10 pemuda berebut naik ke atas hotel dan berhasil mencapai tiang pengibaran. Seiring gemuruh teriakan massa di bawah, seseorang kemudian naik ke puncak tiang pengibaran lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan kini terlihat Sang Dwiwarna yang berkibar di hotel itu.

Hingga saat ini, misteri tersebut tidak pernah tercatat dalam sejarah, siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut?

Demikianlah informasi mengenai Surabaya 10 November 1945 & Misteri Perobek Bendera Belanda. Semoga bermanfaat :-)

Artikel bahasa Indonesia lainnya mengenai:

TwitterFacebookGoogle+Blogger PostWordPressTumblrBagikan
tags: , ,


200 OK

OK

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, webmaster@artikelbahasaindonesia.org and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.