Home » Artikel Pendidikan » Sejarah 8 Jam Kerja Karyawan & Kenaikan Gaji Karyawan

Sejarah 8 Jam Kerja Karyawan & Kenaikan Gaji Karyawan

Monday, September 17th 2012. | Artikel Pendidikan


 

Sejarah 8 Jam Kerja Karyawan

Artikel Bahasa Indonesia | Artikel Pendidikan РMasyarakat Indonesia memiliki standar waktu kerja 8 jam sehari meskipun diantaranya memberlakukan peraturan kerja 10 jam juga jam kerja tambahan (lembur). Ditetapkannya 8 jam kerja karyawan bukanlah tanpa sebab. Dimulai dari sejarah pada masa revolusi industri pada sekitar abad-18, hampir semua badan usaha yang berupaya untuk memaksimalkan produksi dengan menetapkan peraturan jam kerja  sebanyak mungkin setiap harinya. Peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan pada masa itu menggunakan sistem bekerja dari matahari terbit hingga matahari terbenam dengan bayaran upah (gaji) yang sangat minim. Hal ini menyebabkan para pekerja / buruh pabrik pada masa itu yang rata-rata merupakan orang tidak mampu harus mengajak anak dan sanak keluarga mereka untuk turut bekerja meskipun dengan kondisi yang kurang baik dengan jam kerja 10 hingga 18 jam setiap hari selama 6 hari dalam seminggu.

Jam kerja yang mungkin tidak adil ini mulai mengalami perubahan menjelang abad ke-19 dengan upaya seorang berkebangsaan Inggris yang mendirikan paham sosialisme bernama Robert Owen yang mengemukakan idenya mengenai perombakan jam kerja karyawan menjadi 8 jam sehari. Owen menganggap bahwa keefektifan waktu kerja seharusnya dibagi menjadi 3 dengan perbandingan waktu yang seimbang antara bekerja, beristirahat, serta waktu untuk diri mereka sendiri.

Sejarah 8 Jam Kerja Karyawan

Jam Kerja KaryawanRevolusi Jam Kerja akan ide Owen tersebut mulai terjadi pada tahun 1817 dengan berkobarnya demonstrasi dan kampanye dengan slogan: “delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, delapan jam istirahat” .Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus pada awalnya karena tidak mendapat tanggapan dari perusahaan pada masa itu untuk beberapa masa lamanya hingga meningkatnya kobaran semangat para buruh akan desakan revolusi jam kerja pada saat itu yang justru semakin memburuk serta terkesan seperti “kerja rodi”. Pemberontakan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan peraturan baru untuk jam kerja selama 10 jam sehari, terutama bagi kaum wanita dan anak – anak.

Usulan mengenai jam kerja 8 jam sehari kembali muncul di Inggris pada tahun 1884 yang dicetuskan oleh Tom Mann yang juga merupakan anggota Federasi Sosial Demokrat. Tom Mann mendirikan organisasi bernama ‘Eight Hour League‘ yang bertujuan untuk membela hak jam kerja 8 jam sehari bagi karyawan dimanapun. Keberhasilan Mann dalam upaya nya tersebut terjadi ketika berhasil meyakinkan alasan dan pendapat mereka dalam¬† Trades Union Congress yang mewakili sebagian besar serikat buruh di Inggris pada masa itu. Kemenangan tersebut lah yang mempengaruhi peraturan 8 jam kerja karyawan hingga hari ini.

Jam KerjaOrganisasi ‘Eight Hour League’ juga didirikan di Amerika dengan tujuan yang sama sebagai pembela hak dan kewajiban karyawan. Pada tahun 1884, The Federation of Organized Trades & Labor Unions menetapkan tanggal 1 Mei 1886 sebagai hari pertama dimana 8 jam kerja karyawan wajib diberlakukan bagi semua perusahaan. Pada tahun 1905, perusahaan – perusahaan mulai menetapkan peraturan 8 jam kerja dengan inisiatif mereka sendiri. Salah satu perusahaan ternama yang pertama menerapkan peraturan ini adalah Ford Motor Company. Bukan hanya itu saja, Ford Motor pun mulai memberlakukan kebijaksanaan mengenai peningkatan gaji para karyawan mereka.

Kenyataan yang cukup mengejutkan dengan adanya kebijaksanaan tersebut ternyata berpengaruh pada meningkatnya kinerja kerja para pekerja serta keuntungan perusahaan secara signifikan dalam waktu 2 tahun. Hal tersebutlah yang kemudian mendorong perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa yang hingga hari ini kita kenal dengan istilah “kenaikan gaji tahunan” pada ketenaga-kerjaan di era modern.

Pada jaman modern, peraturan 8 jam kerja karyawan tidaklah berlaku sepenuhnya dengan diberlakukannya peraturan 5 hari kerja dalam seminggu dengan menambahkan jam kerja harian menjadi 10 jam per-hari pada sebagian perusahaan didunia, termasuk di Indonesia.

Demikianlah informasi mengenai Sejarah 8 Jam Kerja Karyawan & Kenaikan Gaji Karyawan. Semoga bermanfaat :-)

Artikel Bahasa Indonesia lainnya mengenai: