Home » Artikel Pendidikan » Perbedaan Kutub Utara Dan Kutub Selatan

Perbedaan Kutub Utara Dan Kutub Selatan

Wednesday, February 13th 2013. | Artikel Pendidikan


Perbedaan Kutub Utara Dan Kutub Selatan

Tentunya kita pernah mendengar dua wilayah terujung di dunia ini, yaitu kutub utara dan selatan. Lalu apakah perbedaan keduanya?

Salah satu perbedaan mendasar dari keduanya, adalah pada penghuni asli kutub dimana anda hanya akan melihat penguin di Kutub Selatan. Kendati keduanya merupakan daerah dingin dan berlapiskan es tetapi mereka memiliki perbedaan satu sama lainnya.

Perbedaan Kutub Utara Dan Kutub Selatan

Kutub Utara dan Selatan

Pada dasarnya kutub Utara adalah lautan beku dengan lingkaran Arktik disekelilingnya berupa daratan. Sedangkan Antartika atau Kutub Selatan terdiri dari banyak sekali gunung – gunung es dan danau hingga lautan. Wilayah Antartika kerap lebih disebut sebagai benua. Jumlah es di kutub selatan diperkirakan merupakan 90 persen jumlah es di planet bumi ini. Saking berlimpahnya es di Antartika sempat membuat Mohammed Al Faisal, seorang pangeran dari Arab Saudi berkeinginan untuk membawa 100.000.000 ton es ke negaranya yang beriklim panas.

Temperatur es di Antartika berkisar diantara 20 Р49 derajat celcius bahkan terkadang hingga menyentuh titik dibawah 0 (nol) derajat celcius seperti yang pernah tercatat dalam sejarah suhu terdingin di Antartika yang mencapai  -89.6 derajat celcius pada tanggal 21 Juli 1983. Sementara suhu pada benua Arktik lebih rendah dengan suhu terdinginnya adalah -34 derajat celcius sehingga lubang ozon yang terbentuk di kutub selatan lebih besar dibandingkan dengan kutub utara. Luas lubang ozon di kutub selatan, Antartika mencapai satu ukuran benua eropa. Kendati demikian, lubang ozon di kutub utara disebutkan semakin membesar dari tahun ke tahun yang diakibatkan oleh adanya perubahan pada lapisan stratosfer.

Selain perbedaan diatas, perbedaan antara kutub utara dan kutub selatan lainnya dapat ditemukan pada kontur es-nya yang lebih mudah retak pada es di benua Arktik terutama pada musim kemarau tiba. Sedangkan pada lapisan es di Antartika, keretakan hanya terjadi pada pinggiran – pinggiran saja. Akan tetapi, ketika sambungan es pecah dan terlepas, pecahan pulau tersebut dapat mengapung dan berjalan hingga ke lautan di New Zealand.

Hingga sekarang ini, daerah apda Kutub Utara masih menjadi rebutan klaim diantara negara – negara besar seperti Russia, AS, dll. Hal ini sudah terbukti dengan adanya penanda bendera Russia yang ditancapkan pada tahun 2011 lalu. Daerah tersebut dieksploitasi oleh Russia untuk pengeboran gas bumi yang memang melimpah di kedalaman 1 – 2 km dibawah permukaan yang diperkirakan menyembunyikan potensi gas mencapai 10 miliar ton gas bumi.

Tidak mau ketinggalan, negara adikuasa lainnya Amerika Serikat juga mengeluarkan Coast Guard, kapal pemecah es mereka untuk mengklaim batas wilayah yang akan menjadi milik mereka di sekitar Alaska yang lapisan es nya terus berkurang akibat global warming.

Selain kaya akan gas bumi, kutub selatan juga diduga mengandung kekayaan minyak bumi yang sangat berlimpah yang diperkirakan oleh Badan Geologi Amerika Serikat mencapai 1/4 minyak diseluruh dunia. Kendati demikian eksplorasi minyak bumi di daerah antartika saat ini mendapat larangan keras dengan adanya hukum Traktat Antartika yang tak mengizinkan adanya segala bentuk eksplorasi kekayaan alam di Antartika.

Kawasan di Antartika tidak berpenghuni siapapun karena wilayahnya yang tidak memungkinkan sedangkan pada kawasan wilayah Arktik seperti Tromso, Alaska, Muramansk, Salekhaard, Norwegia dan Russia masih dapat ditinggali bahkan mendirikan kota disana dan pada umumnya suku yang mendiami daerah bersuhu dibawah rata – rata tersebut disebut sebagai Suku Eksimo.