Home » Artikel Pendidikan » Indonesia Merupakan Penemu Negara Madagaskar?

Indonesia Merupakan Penemu Negara Madagaskar?

Saturday, June 8th 2013. | Artikel Pendidikan


“Nenek moyangku orang pelaut. Gemar mengarung luas samudera. Menerjang Ombak tiada takut. Menempuh badai sudah biasa”

Lirik lagi anak – anak ini sepertinya masih terngiang di telinga kita. Lagu yang menggambarkan bangsa kita adalah bangsa penjelajah laut yang ulung, yang jangkauannya sampai jauh ke Afrika, walau hanya menggunakan kapal sederhana seperti, dsb. Bahkan jejaknya masih bisa kita lihat hingga detik ini.

Republik Madagaskar merupakan sebuah negara berkepulauan di pesisir timur benua Afrika. Ditinjau secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika dengan beberapa pulau disekitarnya, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India.

Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasy masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maa’nyan, sebuah suku Dayak di Barito, Kalimantan Tengah. Mereka tergolong rumpun bahasa Austronesia. Etnis pribumi sendiri seperti Merina dan Betsileo tergolong ke dalam rumpun bangsa Austronesia dengan penampilan fisik yang serupa dengan Ras Melayu. Pulau Madagaskar pertama kali terpisah dari anak benua India ribuan tahun sebelumnya, pulau ini kemudian bergerak makin mendekati benua Afrika.

Pulau ini tergolong sebagai daratan tertua di dunia sama seperti Australia, sehingga tanahnya kekeringan dari bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah dan melapuk. Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik mirip dengan yang terjadi di pulau Sulawesi.

Indonesia Merupakan Penemu Negara Madagaskar?

Peta Madagaskar

Manusia pertama yang menghuni Madagaskar menurut beberapa sumber berasal dari Nusantara. Robert Dick Read dalam bukunya The Phantom Voyagers. Evidence of Indonesian Settlement in Africa in Ancient Times memaparkan banyak bukti arkeologis baru yang menyatakan bahwa para pelaut Nusantara telah menaklukkan begitu banyak samudera, jauh sebelum bangsa Eropa, Arab dan Cina. Bahkan dalam kajian bukunya disebutkan bahwa diduga pada abad ke-5 dan ke-7, para pedagang Cina begitu tergantung pada jasa pelaut Nusantara.

Dalam buku ini juga disinggung tentang nama lain pulau Sumatera yaitu Swarnadwipa atau Pulau Emas. Menurut Robert Dick, banyaknya emas di Sumatera ini dibawa oleh ras Zanj dan pelaut nusantara dari Zimbabwe, Afrika. Ia juga menemukan bukti yang menyatakan bahwa tambang – tambang emas di Zimbabwe mulanya dirintis oleh pelaut Nusantara yang datang. Sebagian tidak kembali dan membentuk ras Afro-Indonesia.

Dr. Cyril Hromnik, seorang sejarahwan Amerika, dalam bukunya Indo-Afrika yang ditulis tahun 1981 mengatakan bahwa antara abad 1 sampai abad 10 Masehi, orang – orang Indonesia dari suatu kerajaan tertua di Sulawesi Selatan membawa beberapa pekerja ke Afrika Selatan untuk dipekerjakan di perusahaan tambang emas. Sebagian dari mereka terdampar di Madagaskar dan membentuk pemukiman di sana. Para ahli sepakat bahwa kerajaan tua yang dimaksud adalah Kesultanan Luwu, sebuah kerajaan Bugis yang juga dikenal memiliki orang – orang hebat dalam hal berlayar di lautan buas, terutama dengan Kapal Pinisi atau Phinnisi -nya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa Madagaskar juga ada hubungannya dengan Patih Majapahit Gajah Mada. Ini terjadi setelah Gajah Mada dibebas tugaskan karena Perang Bubat (lihat bab pada Misteri Makam Gajah Mada). Beliau lalu memilih memimpin ekspedisi berlayar menuju barat. Sampai singgah di Lampung, ia terus berlayar sampai di pulau Madagaskar. Faktanya hingga kini memang tidak ada yang tahu dimana Gajah Mada disemayamkan bukan? Jadi ada kemungkinan teori ini ada benarnya, Gajah Mada memimpin eksped