Home » Artikel Kesehatan » Penyakit Pikun: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyakit Pikun: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Friday, July 26th 2013. | Artikel Kesehatan


Penyakit Pikun – Masih mampukah Anda mengingat lebih dari 30 nomor telepon relasi atau kerabat anda? Aatau mengingat 10 nama teman sekelas ketika di SD, SMP atau SMA dulu? Jika tidak, berarti anda sedang mengalami gangguan long term memory. Gejala kepikunan memang mungkin terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Namun hal tersebut tidaklah mutlak.

Sebelum kita membahas tentang penyebab penyakit pikun, marilah kita mempelajari terlebih dahulu kerja otak yang terbagi jadi 2 bagian. Roger Wolcott Sperry peraih Nobel Kedokteran tahun 1981 asal Inggris pernah melakukan penelitian serta menemukan adanya belahan fungsi otak, yang kemudian dikenal dengan otak kiri dan otak kanan yang dikenal hingga hari ini.

Kerja otak serta hidup seseorang menjadi maksimal ketika kedua belah otak dapat bekerja secara seimbang. Otak diibaratkan seperti komputer, pengendali seluruh aktivitas sel-sel di seluruh tubuh. Memori otak adalah penentu siapa diri kita yang sebenarnya. Masalahnya sampai batas mana tingkat kelupaan atau penyakit pikun ini dapat ditoleransi?

Gejala Penyakit Pikun

Gejala penyakit pikun

Ada 2 jenis daya ingat, yaitu daya ingat jangka pendek dan jangka panjang. Daya ingat jangka pendek biasanya hanya bertahan beberapa menit saja. Sedangkan jangka panjang bersifat stabil dan bisa bertahan sampai puluhan tahun. Jika dibiarkan hal tersebut dapat menjadi permanen atau disebut juga penyakit pikun.

Orang yang mengalami kepikunan, antara lain:

  1. Mengantuk dan malas
  2. Susah berkonsentrasi
  3. Kelelahan mental dan fisik
  4. Mudah emosi
  5. Sulit mengambil keputusan
  6. Sakit kepala
  7. Mual
  8. Pada kondisi penyakit pikun terburuk dapat menyebabkan kejang dan koma

Seseorang  yang mengalami kemerosotan daya ingat, keperibadian, dan tingkah laku berkemungkinan juga menderita penyakit dementia. Penyakit ini dapat secara drastis memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Penyakit Pikun

Penyakit Pikun

Fakta menunjukkan, otak yang jarang diajak berpikir dan diberi stimulasi dapat menyebabkan penurunan fungsi otak yang lebih cepat, termasuk pula penurunan daya ingat yang berujung pada penyakit pikun. Stress juga dapat memicu kelelahan pada otak.

Sebenarnya otak tidak pernah kehilangan daya ingat. Kalau pun daya ingat menurun atau terjadi kepikunan, sesungguhnya masih dapat diobati hika penyebab penyakit pikun tersebut diketahui. Kerja otak dalam mengelola memori memang memerlukan protein.

Menurut Dr. Robert Friedland, dokter spesialis saraf dari Case Western University Hospital of Medicine, AS, menyebutkan bahwa penderita alzheimer (penyakit lupa kronis), dan penyakit pikun dapat diakibatkan oleh jarangnya mengisi waktu luang dengan aktivitas fisik atau mental yang bermanfaat, terlalu banyak didepan televisi atau komputer. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kerusakan otak, karena ketika menonton televisi, otak dimanjakan sehingga sama sekali tidak dirangsang untuk belajar.

Penyakit pikun berawal dari faktor kelelahan otak sehingga sulit berkonsentrasi. Otak seperti bagian tubuh yang lain, juga membutuhkan latihan fisik dan mental, bersama-sama dengan tambahan nutrisi khusus untuk meningkatkan daya ingat.  Dan beberapa hal perlu dilakukan untuk menjaga otak dari kemunduran, antara lain:

Menjaga pola makan sehat, mengkonsumsi kedelai, minyak ikan, daun ginkgo biloba, vitamin B, zat besi, mengunyah permen karet, dsb. Cara mengatasi penyakit pikun memang perlu dimulai dengan memenuhi kelengkapan zat-zat gizi dalam menu makanan yang dikonsumsi setiap hari. Selain itu jangan pernah berpikir untuk mengistirahatkan otak. Rajin mencatat dan membuat daftar sebagai alat bantu mengingat, tetapi jangan sampai tergantung terhadapnya.

Melatih daya ingat untuk mengatasi penyakit pikun juga dapat dilakukan dengan membiasakan diri untuk konsentrasi pada satu permasalahan, kelola stress dengan bijak, jauhi obat-obatan yang tidak perlu, berolahraga secara teratur, rajin mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran hindari rokok dan minuman beralkohol karena dapat memengaruhi jantung dalam memompa darah ke tubuh dan otak.

Terburu-buru juga dapat menyebabkan penyakit pikun. Jika anda merasa sering terburu-buru, segera ubah kebiasaan tersebut. Perikalu tersebut dapat mengacaukan sistem pertahanan tubuh, karena aliran darah akan lebih banyak mengalir ke area tangan dan kaki dibandingkan ke otak. Respons tubuh akan berantakan, akibatnya anda akan lebih lamban secara mental, gelisah, tidak tenang dan pelupa.

Demikianlah informasi mengenai Penyakit Pikun dan Cara Mengatasinya. Semoga bermanfaat :-)

Artikel bahasa indonesia lainnya mengenai:

TwitterFacebookGoogle+Blogger PostWordPressTumblrBagikan
tags: , ,